Hot News!
Yang mengakses Facebook di kelas memiliki indeks prestasi rata-rata 3,06. Yang tidak: 3,82.
Facebook bak pisau bermata dua. Di balik manfaatnya yang luar biasa, situs jejaring sosial ini juga dinilai menyimpan masalah serius. Penelitian tim psikolog Open University di Belanda mengungkapkan bahwa situs jejaring sosial itu memengaruhi prestasi belajar dan bekerja secara signifikan. Hasil penelitian menemukan bahwa pelajar yang log-in ke Facebok sembari belajar mendapatkan nilai yang jauh lebih rendah ketimbang yang tidak. Dalam penelitian ini, Profesor Paul Kirschner dan timnya melibatkan 219 mahasiswa berusia 19-54 tahun dari berbagai universitas di Amerika. Mereka yang terbiasa mengakses Facebook di kelas memiliki tingkat pencapaian indeks prestasi rata-rata 3,06. Sementara yang tidak memiliki kebiasaan itu memiliki indeks prestasi rata-rata 3,82.
(Source : kosmo.vivanews.com. Sabtu, 11 September 2010, 11:51 WIB) Read Full News
Wow! Pengaruh situs jejaring sosial semakin parah saja. Memang benar bahwa pelajar, mahasiswa, dan karyawan kantor saat ini selalu belajar dan bekerja sambil mengakses Facebook. Lihat saja laptop atau pc terdekat dengan kita sekarang, baik milik kita atau orang lain. Diantara program-program komputer atau tugas kuliah yang dikerjakan dan diantara tab-tab website yang terbuka di browser pemiliknya, pasti terselip yang namanya Facebook.
Rata-rata otak manusia memang tidak mampu (atau tidak terlatih) untuk mengerjakan beberapa hal sekaligus dalam waktu yang sama yang disebut multitasking. Jika mampu pun hasilnya jarang memuaskan. Pasti ada salah satu dari pekerjaan-pekerjaan itu yang hasilnya melenceng dari yang seharusnya. Apalagi jika pekerjaan serius dikerjakan bersamaan dengan kegiatan yang ada di zona hiburan seperti Facebook-an. Fasilitas yang diberikan Facebook cukup lengkap. User bisa pamer foto dan video, chat, dan juga bermain game-game seru. Ujung-ujungnya tak dapat dipungkiri bahwa orang-orang akan terlarut dalam pekerjaan yang lebih mengasyikkan dan fun. Hal ini akan memengaruhi keseriusan dalam mengerjakan segala sesuatu karena konsentrasi terpecah. Diperlukan kesadaran masing-masing individu untuk memilah mana yang harus diprioritaskan pada saat itu. Tidak harus sama sekali meninggalkan Facebook jika memang suka. Hanya manajemen diri yang mesti diperhatikan.
Dampak lain yang terjadi adalah penyimpangan tingkah laku mahasiswa dan pelajar saat ini karena pengaruh pergaulan di dunia maya. Pelajar merasa lebih bebas mengungkapkan segala sesuatu secara gamblang dan blak-blakan di situs sosial. Semakin sensasional status yang dibuat, semakin terkenal dan banyak yang mau berkomentar. Saling ikut gaya yang paling gaul adalah kegiatan sehari-hari pelajar saat ini. Maka tidak heran pelajar tidak punya waktu untuk urusan sekolah dan kampusnya, demi eksis di dunia maya.
Adalah hal yang sudah biasa terjadi jika:
** Mahasiswa menyusun paper-nya yang harus segera dikumpulkan sembari wall to wall dengan teman Facebooknya,
** Pelajar SMA lupa akan PR dan hafalan ulangan nya karena asyik berbalas comment yang seringkali sangat tidak penting di sebuah foto merek mie yang diedit sedemikan rupa untuk bahan ejekan sesama teman (ckckck),
** Karena mengakses facebook lewat ponsel-nya waktu kuliah berlangsung, mahasiswa sama sekali tidak mendengarkan materi yang diberikan dosen. Celakanya, hampir semua teman-temannya melakukan hal yang sama. Alhasil, hanya mahasiswa yang tidak 'sibuk' yang dapat menjawab kuis yang diadakan dosen di akhir pertemuan kelas tersebut.
(Tita)
